Kamis, 19 April 2012

HADITS TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN

I.       PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses  belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru paling tidak dapat menggunakan alat yang murah dan efisien meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pengajaran.[1]
Media pembelajran itu sendiri, sebenarnya sudah ada dan diaplikasikan sejak zaman Rasulullah saw. Beliau dalam mengajarkan ilmu pengetahuan kepada sahabat-sahabatnya tidak lepas dari adanya media sebagai sarana penyampaian materi ajarannya. Seperti pada hadits yang akan kami bahas dimana Rasulullah menggambar dan membuat garis-garis ketika sedang menyampaikan ajarannya kepada para sahabatnya. Hal ini membuktikan bahwa kebenaran tentang adanya media pembelajaran sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu sejak zaman Rasulullah saw.

II.    RUMUSAN MASALAH
A.    Apa Pengertian dan Klasifikasi Media Pembelajaran?
B.     Bagaimana Hadits tentang Media Pembelajaran?
III. PEMBAHASAN
A.    Pengertian dan Klasifikasi Media Pembelajaran
Kata media berasal dari  bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara ( وسا ئل ) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Grlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Secara laebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali inforasi visual atau verbal.[2]media pembelajaran adalah sebagai penyampai pesan dari beberapa sumber saluran ke penerima pesan.
Media pembelajaran meliputi berbagai jenis, antara lain: pertama, media grafis atau media dua dimensi, seperti gambar, foto, diagram. Kedua, media model solid atau media tiga dimensi, seperti model-model benda ruang dimensi tiga, diorama, dan sebagainya. Ketiga, media proyeksi, seperti film, filmstrip, OHP. Keempat, media informasi, computer, internet. Kelima, lingkungan.[3] 
Pengelompokkan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi oleh Seels dan Glasgow dibagi dalam dua kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan teknologi mutakhir.
1.      Piliham media tradisional
a.       Visual diam yang diproyeksikan
1)        Proyeksi opaque (tak tembus pandang)
2)        Proyeksi overhead
3)        Slides
4)        filmstrip
b.      Visual yang tak diproyeksikan
1)                Gambar, poster
2)                Foto
3)                Chart, grafik, diagram
4)                Pameran, papan info, papan bulu
c.       Audio
1)                Rekaman piringan
2)                Pita, kaset, reel, catridge
3)                Penyajian multimedia
d.      Penyajian multimedia
1)   Slide plus suara (tape)
2)   Multi-image
e.       Visual dinamis yang diproyeksikan
1)   Film
2)   Televisi
3)   Radio
f.       Cetak
1)   Buku teks
2)   Modul, teks terprogram
3)   Workbook
4)   Majalah ilmiah, berkala
5)   Lembaran lepas (hand-out)
g.      Permainan
1)   Teka-teki
2)   Simulasi
3)   Permainan papan
h.      Realia
1)   Model
2)   Spicemen (contoh)
3)   Manipulatif (peta, boneka)
2.      Pilihan media teknologi mutakhir
a.         Media berbasis telekomunikasi, antara lain: Teleconference dan kuliah jarak jauh
b.        Media berbasis mikroprosesor, antara lain: Computer-assisted instruction,Permainan computer, Sistem tutor, intelejen, Interaktif, Hypermedia, Compact (video)[4]

B.     Hadits tentang Media Pembelajaran
عَنْ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : خَطَّ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَّا مُرَبَّعًا ,
 وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ,وَخَطَّ خُطُطًا صِغَارًا إِلَى هَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ
 مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي فِي الْوَسَطِ, وَقَالَ: (هَذَا الْإِ نْسَانُ, وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيْطَ بِهِ- أَوْ :
قَدْ أَحَاطَ بِهِ وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ, وَهَذِهِ الْخُطُطُ الصِّغَارُ الْأَعْرَاضُ,
فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا , نَهَشَهُ هَذَا, وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا , نَهَشَهُ هَذَا) (رواه البخارى)[5]

Artinya:
“Nabi S.a.w membuat gambar persegi empat, lalu menggambar garis panjang di tengah persegi empat tadi dan keluar melewati batas persegi itu. Kemudian beliau juga membuat garis-garis kecil di dalam persegi tadi, di sampingnya: (persegi yang digambar Nabi). Dan beliau bersabda : “Ini adalah manusia, dan (persegi empat) ini adalah ajal yang mengelilinginya, dan garis (panjang) yang keluar ini, adalah cita-citanya. Dan garis-garis kecil ini adalah penghalang-penghalangnya. Jika tidak (terjebak) dengan (garis) yang ini, maka kena (garis) yang ini. Jika tidak kena (garis) yang itu, maka kena (garis) yang setelahnya. Jika tidak mengenai semua (penghalang) tadi, maka dia pasti tertimpa ketuarentaan.”(HR. Bukhari)[6]
Beliau menjelaskan garis lurus yang terdapat di dalam gambar adalah manusia, gambar empat persegi yang melingkarinya adalah ajalnya, satu garis lurus yang keluar melewati gambar merupakan harapan dan angan-angannya sementara garis-garis kecil yang ada disekitar garis lurus dalam gambar adalah musibah yang selalu menghadang manusia dalam kehidupannya di dunia.
“Jika manusia dapat selamat dan terhindar dari cengkraman satu musibah, musibah lain akan menghadangnya, dan jika ia selamat dari semua musibah, ia tidak akan pernah terhindar dari ajal yang mengelilinginya.”(HR. Bukhari).
Lewat visualisasi gambar ini, Nabi S.a.w menjelaskan di hadapan para sahabatnya, bagaimana manusia dengan cita-cita dan keinginan-keinginannya yang luas dan banyak, bisa terhalang dengan kedatangan ajal, penyakit-penyakit, atau usia tua. Dengan tujuan memberi nasehat pada mereka untuk tidak (sekedar melamun) berangan-angan panjang saja (tanpa realisasi), dan mengajarkan pada mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian.
Merenungkan hadis ini menunjukan kepada kita betapa Rasulullah saw seorang pendidik yang sangat memahami metode yang baik dalam menyampaikan pengetahuan kepada manusia, beliau menjelaskan suatu informasi melalui gambar agar lebih mudah dipahami dan diserap oleh akal dan jiwa.
Dalam gambar ini beliau menjelaskan tentang hakikat kehidupan manusia yang memiliki harapan, angan-angan dan cita-cita yang jauh ke depan untuk menggapai segala yang ia inginkan di dalam kehidupan yang fana ini, dan ajal yang mengelilinginya yang selalu mengintainya setiap saat sehingga membuat manusia tidak mampu menghindar dari lingkaran ajalnya, sementara itu dalam kehidupannya, manusia selalu menghadapi berbagai musibah yang mengancam eksistensinya, jika ia dapat terhindar dari satu musibah, musibah lainnya siap menghadang dan membinasakannya dan seandanya ia terhindar dari seluruh musibah, ajal yang pasti datang suatu saat akan merenggutnya.[7]
IV.             ANALISIS
Dari penjelasan mengenai isi kandungan hadits di atas,  disitu dikisahkan tentang Rasulullah saw menggambar persegi empat dan membuat garis-garis lurus ketika beliau menyampaikan ajarannya kepada para sahabat-sahabatnya. Hal ini berarti Rasulullah menggunakan sarana gambar-gambar tersebut untuk memberi gambaran perumpamaan dan mempermudah dalam menyampaikan isi materi yang diajarkannya. Jika memiliki kita korelasikan dengan dunia pendidikan, hadits tersebut berkaitan dengan salah satu komponen dalam pendidikan yakni media pembelajaran. Pengertian media pembelajaran itu sendiri adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai  sarana mempermudah dalam proses penyaluran ilmu pengetahuan kepada peserta didik.
Media pembelajaran diklasifikasikan menjadi beberapa macam, sesuai dengan materi di atas bahwa media pembelajaran dibagi menjadi empat macam, yaitu media dua dimensi, media tiga dimensi, media proyeksi, dan media informasi. Gambar seperti yang terkandung dalam hadits tersebut termasuk kategori media dua dimensi, yaitu media yang hanya dapat dilihat dari satu sisi (dari depan).
Pada fenomena sekarang media dua dimensi semakin berkembang sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman, sehingga memiliki berbagai macam antara lain media grafis, media bentuk papan, dan media cetak. Dan gambar merupakan bagian dari berbagai macam media grafis.


          
V.    KESIMPULAN
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tersebut menggambarkan dengan jelas ketika Rasulullah sedang mengajarkan ajarannya kepada para sahabat dengan cara menggambar persegi empat dan garis-garis lurus. Hal ini berarti dalam mengajarkan ilmu-ilmu kepada sahabatnya pada zaman dahulu  pun Rasulullah menggunakan gambar-gambar sebagai media alat bantu untuk memperjelas pemahaman. Dengan kata lain hadits tersebut berkaitan erat dengan media pembelajaran. Hadits tersebut juga menerangkan kepada kita bahwa dalam setiap proses  pembelajaran baik itu dalam lingkup kecil maupun besar pasti membutuhkan adanya media pembelajaran, yang merupakan komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. 

VI. PENUTUP
Demkianlah makalah yang kami susun, semoga dapat memberikan manfaat untuk pembaca dan pemakalah khususnya. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. Sehingga kami mohon kritik dan saran dari para pembaca yang dapat memberikan pelajaran yang berharga bagi pemakalah.








DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003
Bukhari, Al-Imam dan Abu Hasan As-Sindy, Shahihul Bukhari bi Haasyiati al-Imam as-Sindy, (Libanon: Dar al-Kotob al-Ilmiyah, 2008)
Trianto, MENDESAIN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF-PROGRESIF: konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kencana Prenada Media Group, 2009



[1] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 2
[2] Ibid, hlm. 3
[3] Trianto, MENDESAIN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF-PROGRESIF: konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Kencana Prenada Media Group, 2009), hlm. 235
[4] Azhar Arsyad, Op. Cit, hlm. 33-34
[5] Al-Imam Bukhari dan Abu Hasan As-Sindy, Shahihul Bukhari bi Haasyiati al-Imam as-Sindy, (Libanon: Dar al-Kotob al-Ilmiyah, 2008), hlm. 224
[6] http://husein99.wordpress.com/2009/03/21/metode-edukasi-rasulullah-shallahu-alaihi-wassalam-bagian-2/

[7]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar